Tuesday, January 14, 2014

Apa Itu Hidayah ??

Apa Itu Hidayah ??
Kebanyakan manusia salah dalam memahami apa itu arti sebuah hidayah. Ada sebagian orang yang memahami bahwa hidayah itu seakan-akan datang dengan begitu saja berupa paketan. Contoh yang sering terjadi adalah kita sering dengar orang berkata “Saya belum mendapat hidayah. Insya Allah kalau sudah mendapat hidayah dari Allah saya pasti akan rajin shalat !’. Itu Cuma sekedar salah satu contoh uangkapan ataupun perkataan yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari dimana pernyataan tersebut terkesan menggambarkan bahwa hidayah itu turun dari lalngit secara serta merta. Padahal realitasnya tidaklah demikian.

Lalu apa sebenarnya hidayah itu? Secara bahasa, Al Huda atau al hidayah bermakna al Bayan (Penjelasan, petunjuk) atau lawan dari adh-dholal (kesesatan). Sementara itu kata hada – yahdi berarti ar-syada, yaitu menunjuki, memberikan hidayah, memberikan penjelasan dan memberikan petunjuk.
Misal kan dalam Surat al fatihah ayat 6 :

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

Pengertian ihdina (berilah kami hidayah) adalah ilhamkan, taufikkan, atau berikanlah kami jalan yang lurus.

Lebih dari itu siapapun yang mengkolaborasi Al Qur’an dan As Sunnah akan menemukan bahwa setiap kata hada yahdi senantiasa dinisbatkan kepada Allah Dzat pemberi petunjuk. Selain itu kata ihtada-yahtadi selalu dinisbatkan kepada manusia. Dari sini dapat dipahami bahwa Allah telah memberi petunjuk kepada manusia sementara manusia itu sendiri yang berupaya untuk mendapatklan hidayah tersebut. Sekedar untuk memudahkan :

Ada dua pengendara mobil yang sama-sama bertujuan keYogyakarta. Mereka sama-sama berangkat dari Jakarta. Dijalan kedua mobil tersebut sama-sama memperoleh penunjuk arah : Lurus : Yogyakarta, belok kanan : Bandung, Belok kiri : Sumedang. Keduanya sama-sama memperoleh petunjuk, namun salah satu sopir tersebut tidak jalan lurus melainkan belok kanan sehingga tidak sampai Yogyakarta namun sampai ke Bandung sedangkan sopir yang jalan lurus tiba ditujuannya yaitu Yogyakarta. Dari sini dapat dilihat bahwa kedua sopir tersebut sama-sama mendapatkan petunjuk namun ada yang mengikuti petunjuk tersebut adapula yang tidak mengikuti petunjuk tersebut sehingga tidak sampai ketujuannya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kedua sopir sama-sama mendapatkan petunjuk tapi tidak semua tertunjuki. Setidaknya begitulah penjelasan tentang pengertian bahasa dari kata hada-yahdi dan ihtada-yahtadi.

Jadi sudahlah jelas bahwasannya manusialah yang mencari hidayah tersebut, mereka akan mendapat hidayah jika mereka mengikuti hidayah yang telah diberikan oleh Allah dan mereka akan tersesat jika mereka memilih kesesatan. Semua ada pada pilihan manusia itu sendiri apakah mereka memilih jalan hidayah atau jalan kesesatan, tidak ada sedikitpun paksaan terhadap manusia.

Misalkan secara realita seperti ketika kita mendengarkan adzan Maghrib, kita dihadapkan pada beberapa pilihan apakah kita akan shalat atau tidak itu terserah kita. Jika kita menghendaki menjadi orang yang bertakwa dan beriman kepada Allah SWT tentunya kita akan segera melaksanakan shalat. Namun ada juga memilih untuk tidak melaksanakan shalat karena berbagai alasan. Tidak cukup sampai disitu, setelah kita mau mengerjakan shalat terdapat pilihan lagi apakah mau shalat berjamaah atau tidak, jika memilih berjamaah selanjutnya ada pilihan lagi yaitu apakah mau berjamaah dimasjid atau dirumah bersama keluarga? Tentunya dari semua pilihan tersebut kita tidak pernah dipaksakan untuk memilih satu namun diberi kebebasan memilih apakah akan memilih jalan hidayah (petunjuk Allah) ataukah akan memilih jalan kesesatan. Semua tergantung kita.

Lebih dari itu banyak ayat Al Qur’an yang Qoth’I Dilalah (Maknanya hanya satu) yang menegaskan bahwa manusialah yang mencari petunjuk dan mengikuti petunjuk tersebut hingga dia mendapatkan hidayah dan manusia pulalah yang memilih jalan kesesatan sehingga mereka berada dalam kesesatan.

Allah Berfirman dalam surat Saba’ ayat 50 ;

Katakanlah: "Jika Aku sesat Maka Sesungguhnya Aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika Aku mendapat petunjuk Maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya dia Maha mendengar lagi Maha Dekat".


Ayat tersebut adalah salah satu firman Allah yang menyatakan secara terang bahwasanyya manusialah yang mencari petunjuk dari Allah dan mengikuti petunjuk tersebut sehingga tertunjuki dan manusia pula yang tersesat karena pilihannya yang memilih jalan kesesatan, tidak ada paksaan terhadap diri manusia.
Selain itu juga Allah akan memberikan penghisaban terhadap petunjuk itu sendiri, siapa yang berada dalam jalan petunjuk maka ia akan mendapatkan pahala begitu juga sebaliknya apabila ia memilih jalan kesesatan maka dia akan mendapatkan dosa.

Allah berfirman dalam surat Az-Zalzalah 7-8 :

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Ayat diatas sudah menjelaskan bahwa akan ada penghisaban terhadap Hidayah (Petunjuk) dan adh_dholal (Kesesatan). Jika kita masih berfikir bahwa Allah yang telah memaksa kita untuk tersesat berarti kita menisbatkan sebuah kezaliman terhadap Allah, betapa tidak karena sebuah kezaliman jika kita memaksa orang untuk berbuat sesuatu sedangkan kita akan memberi hukuman atas apa yang dia kerjakan. Padahal, subahanallah, Maha Suci Allah dari sifat Zalim seperti itu.

Untuk itu marilah  buang jauh-jauh pemikiran bahwa hidayah itu datang dengan sendirinya karena sesungguhnya kita sendiri yang memilih apakah kita akan mencari hidayah, mengikuti hidayah tersebut sehingga tertunjuki ataukah kita akan memilih jalan kesesatan sehingga kita berada dalam kesesatan. Tidak ada paksaan sedikitpun didalamnya.
Semoga dibulan suci ramadhon ini kita dipermudah dalam mendapatkan dan meniti jalan hidayah oleh Allah SWT, Amien.


Saudaraku, Hidup itu untuk mati dan mati adalah jembatan menuju kehidupan yang kekal. Gunakan kesempatan yang telah Allah berikan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Jangan kita siakan hidup yang Cuma satu kali ini. Tahun ini kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Suci Romadhon namun belum tentu kita akan bertemu dengan bulan romadhon ditahun yang akan datang. Untuk itu maksimalkan bulan yang penuh berkah ini sebagai ajang Muhasabah. Segeralah kemabali kejalan iman, segeralah bertaubat karena belum ada kata terlamabat sebelum raga kita ditimbun tanah liat. Dan sungguh kita sangat berharap semoga selepas kita keluar dari bulan ramadhon ini kita akan menjadi Hamba Allah yang benar-benar Beriman dan Bertakwa. Amien Ya Rob….

Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar. Tnpa mengurangi rasa hormat, saya persilahkan untuk copy paste namun saya mohon disertakan link blog saya karena setiap tulisan murni hasil karya saya. Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin . .

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali




luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

1 comment: